Oil Trap and Riser

Kalau beban rendah mengapa pelumas susah kembali ?
ketika kecepatan alir refrigerant dalam pipa (refrigerant velocity) normal (sekitar 1500fpm) pada posisi vertikal dengan single oil trap bisa mampu mendorong pelumas naik. Tetapi saat katakanlah kapasitas mesin diturunkan (unloader aktif maka velocity akan turun) akibatnya pelumas yg memiliki berat jenis lebih besar dari refrigerant akan turun kembali karena pipa menjadi oversize. Dengan metoda double riser, pipa riser2 dirancang untuk suitable dengan kapasitas terendah saat mesin beroperasi. Jadi saat sistem bekerja dalam kondisi unloader aktif atau dalam multistaging system hanya beberapa kompresor yg bekerja, refrigerant akan mengalir melalui pipa riser 2 dan pelumas akan terperangkap di loop bawah riser 1. Dengan velocity yg cukup tsb, refrigerant dalam bentuk gas mampu menarik pelumas yg terperangkap di loop riser 2. Analoginya seperti kita melakukan pengecatan dengan air brush. cat akan terangkat naik dan bercampur dengan udara karena efek pressure drop di pipa yg masuk ke tangki cat walaupun posisi tangki cat berada di bagian bawah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: